5.10.2013

Telah Di Temukannya FOSIL NAGA


Pada 4 Maret 2010, di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guangzhou, ada beberapa fosil unik dipamerkan. Materi yang dipamerkan dinamakan ”China Dragon Fossils”, merupakan fosil utuh yang ditemukan di bawah timbunan es abadi di Pegunungan Thianshan, Jalan Sutera.
Mereka menemukan fosil ular naga yang selama beratus-ratus tahun diragukan keberadaannya. Ia memiliki sepasang tanduk di atas kepalanya dan bentuk tubuhnya sangat legendaris seperti hewan yang sering digambarkan dalam buku cerita dan patung kelenteng, serta hiasan istana kekaisaran.
Saat ini kita bisa melihat ular naga dengan mata kepala sendiri, tidak dalam bentuk patung atau gambar lagi. Ada dua tanduk di atas kepalanya dan sayap sebagai totem. Totem pertama kali ditampilkan oleh leluhur Cina dan hingga kini disembah oleh penganut agama Konghucu. Oleh karena itu, masyarakat Cina percaya dirinya adalah turunan naga yang juga disebut ”descendents from dragon”.
Memang dalam kurun waktu yang lama para ilmuwan di dunia beranggapan bahwa naga adalah hewan fiksi yang hanya ada dalam cerita. Namun demikian, sebagian ilmuwan percaya bahwa suatu waktu pasti ditemukan bukti baru naga sebenarnya bukan hanya sebuah cerita.
Salah satu keunikan penyembahan atau pemujaan pada naga hampir ada di seluruh dunia, walaupun bentuknya serupa tetapi tidak sama. Naga simbol di Eropa bentuknya lebih pendek dan berjalan tegak, begitu pula di Afrika. Sementara gambaran naga di Asia, termasuk di Indonesia, bentuknya lebih panjang dan hampir semuanya memiliki sayap di belakang punggungnya. Sifat unik yang digambarkan masyarakaat adalah, dalam keadaan marah embusan napasnya bisa mengeluarkan api, sedangkan warnanya ada yang hitam, putih, dan kuning, tergantung penggambaran sifat.
Bagi masyarakat spiritual Jawa, penggambaran naga juga hampir sama, dianggap sebagai makhluk suci. Terbukti dengan embel-embel pemberian nama belakang pada benda-benda keramat seperti keris, tombak, dan lain-lain. Dalam dunia pewayangan juga kita ingat nama Sanghyang Antaboga, dewa ular yang dipercaya hidup di dalam tanah lapisan ke tujuh. Beberapa nama keris ampuh juga bernama awal naga seperti Nagasastra, Nagarunting, Nagapasa, Nagagini, dan lain-lain. Terlepas dari semua itu, dengan restu dari Allah SWT Yang Mahakuasa, kini kita bisa melihat bukti bahwa naga itu ternyata benar sejenis dengan reptil yang pernah ada di muka bumi.
Fosil naga awalnya ditemukan di Guanling County, Anshun City, tahun 1996. Para arkeolog menutup rapat-rapat penemuan itu sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui temuan spektakuler tersebut. Fosil naga disimpan para ahli Cina dalam kondisi baik selama puluhan tahun untuk menelusuri bukti-bukti pembanding lain yang lebih meyakinkan. Binatang purba ini memiliki panjang keseluruhan 7,6 meter. Bagian kepala dengan panjang 76 sentimeter dan leher 54 sentimeter. Tubuhnya 2,7 meter, lebar dalam 68 sentimeter, dan ekor dengan panjang 3,7 meter.
Kepalanya berbentuk segitiga dengan dua tanduk yang simetris dan panjang 27 sentimeter. Gambaran itu menjadikan fosil terlihat sangat legendaris, gagah seperti naga hidup. Naga Cina merupakan binatang reptil yang hidup di laut dalam periode Triassic sekitar 200 juta tahun lalu. Sebagai amfibius, ia menghabiskan sebagian besar waktu hidup di air, meskipun kadang-kadang ia berjalan di darat. Hewan ini, menurut penelitian, hidup dengan mengonsumsi ikan kecil.
Fosil tersebut merupakan temuan pertama di Cina dalam bentuk tubuh lengkap dengan sepasang tanduk dan sepasang cakarnya. Di situs Discovery Channel diperlihatkan beberapa bukti bahwa naga benar-benar memiliki tanduk.

3.31.2013

Spesifikasi Planet Neptunus


Selamat datang di blogger saya ^_^


saat ini saya akan membahas spesifikasi dari planet neptunus 


Neptunus

 

 

Penemuan
Penemu
Tanggal ditemukan
Penamaan
Ciri-ciri orbit[2]
4.553.946.490 km
30,44125206 SA
4.452.940.833 km
29,76607095 SA
4.503.443.661 km
30,10366151 SA
0,011214269
60.190 hari
164,79 tahun
367,49 hari[3]
Kecepatan orbit rata-rata
5,43 km/s[3]
267,767281°
1,767975° ke Ekliptika
6,43° ke ekuator Matahari
0,72° ke bidang Invariabel[4]
131,794310°
265,646853°
13
Ciri-ciri fisik
Jari-jari khatulistiwa
24.764 ± 15 km[5][6]
3,883 Bumi
Jari-jari kutub
24.341 ± 30 km[5][6]
3,829 Bumi
0,0171 ± 0,0013
7,6408×109 km²[6]
14,98 Bumi
6,254×1013 km³[3][6]
57,74 Bumi
1,0243×1026 kg[3]
17,147 Bumi
Massa jenis rata-rata
1,638 g/cm³[3][6]
11.15 m/s²[3][6]
1.14 g
23,5 km/s[3][6]
0,6713 hari[3]
16 j 6 men 36 d
Kecepatan rotasi
2,68 km/det
9,660 km/jam
28,32°[3]
Asensio rekta bagi Kutub Utara
 19j 57m 20d[5]
Deklinasi bagi Kutub Utara
42,950°[5]
0,290 (terikat)
0,41 (geometrik)[3]
Suhu permukaan
   level 1 bar
   0,1 bar
(10 kPa)
min
rata-rata
maks

72 K[3]


55 K[3]

8,0 sampai 7,78[3]
2,2–2.4[3]
Atmosfer[3]
19,7 ± 0,6 km
Komposisi
80±3,2%
Hidrogen (H2)
19±3,2%
1,5±0,5%
~0,019%
~0,00015%
Es:





Metana (?)

Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Planet ini dinamai dari dewa lautan Romawi. Neptunus merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus.[7] Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450 juta km. Periode rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya adalah , yang merupakan trident dewa Neptunus.
Neptunus ditemukan pada tanggal 23 September 1846.[1] Planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan melalui prediksi matematika. Perubahan yang tak terduga di orbit Uranus membuat Alexis Bouvard menyimpulkan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh gangguan gravitasi dari planet yang tak dikenal. Neptunus selanjutnya diamati oleh Johann Galle dalam posisi yang diprediksikan oleh Urbain Le Verrier. Satelit alam terbesarnya, Triton, ditemukan segera sesudahnya, sementara 12 satelit alam lainnya baru ditemukan lewat teleskop pada abad ke-20. Neptunus telah dikunjungi oleh satu wahana angkasa, yaitu Voyager 2, yang terbang melewati planet tersebut pada tanggal 25 Agustus 1989.
Komposisi penyusun planet ini mirip dengan Uranus, dan komposisi keduanya berbeda dari raksasa gas Yupiter dan Saturnus. Atmosfer Neptunus mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen, dan kandungan "es" yang besar seperti es air, amonia, dan metana. Astronom kadang-kadang mengategorikan Uranus dan Neptunus sebagai "raksasa es" untuk menekankan perbedaannya.[8] Seperti Uranus, interior Neptunus terdiri dari es dan batu.[9] Metana di wilayah terluar planet merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.[10]
Sementara atmosfer Uranus relatif tidak berciri, atmosfer Neptunus bersifat aktif dan menunjukkan pola cuaca. Contohnya, pada saat Voyager 2 terbang melewatinya pada tahun 1989, di belahan selatan planet terdapat Titik Gelap Besar yang mirip dengan Titik Merah Besar di Yupiter. Pola cuaca tersebut diakibatkan oleh angin yang sangat kencang, dengan kecepatan hingga 2.100 km/jam.[11] Karena jaraknya yang jauh dari Matahari, atmosfer luar Neptunus merupakan salah satu tempat terdingin di Tata Surya, dengan suhu terdingin −218 °C (55 K). Suhu di inti planet diperkirakan sebesar 5.400 K (5.000 °C).[12][13] Neptunus memiliki sistem cincin yang tipis. Sistem cincin tersebut baru dilacaktemu pada tahun 1960-an dan dipastikan keberadaannya oleh Voyager 2 pada tahun 1989.[14]